ETIKA PROTESTAN DAN SEMANGAT KAPITALISME PDF

Endang Komara, M. Banyak bantuan yang kami dapatkan dari berbagai pihak pada saat makalah ini disusun dan diselesaikan. Untuk itu kami haturkan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada: 1. Endang Komara, Drs. Teman-teman mahasiswa khususnya kelas 10 A, yang selalu memberikan semangat sehingga makalah ini cepat selesai disusun.

Author:Groshicage Mabei
Country:Mayotte
Language:English (Spanish)
Genre:Art
Published (Last):8 August 2008
Pages:403
PDF File Size:16.58 Mb
ePub File Size:16.5 Mb
ISBN:804-4-62990-654-4
Downloads:13170
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Zubar



Latar belakang Filsafat, dan ekonomi di jerman pada teori politik dan ekonomi di jerman pada abad 19 sangat berbeda dengan filsafat, teori politik dan ekonomi di inggris. Posisi dominan ekonomi politik klasik dan utilitarianisme di inggris tidak di produksi di Jerman. Di Jerman, pemikiran ekonomi politik klasik dan utilitarianisme justru dihambat oleh pengaruh idealisme. Pada dasa warsa penutup abad 19, itu juga di hambat bertumbuhnya dampak marxisme. Di inggris, system of logic karya John Stuart Mill bisa menyatukan ilmu-ilmu social dan ilmu alam dalam kerangka yang cocok dalam tradisi di negeri itu.

Mill adalah pengikut ajaran Auguste Comte yang paling terkenal di Inggris. Sementara, positivisme Comte tidak pernah bisa menemukan lahan yang subur di Jerman. Sejak pertengahan abad 18 dan seterusnya, tradisi itu di campur dengan aliran yang lebih luas dari filsafat idealistic. Tapi tidak semuanya karena sebagian justru dipisahkan dari filsafat idealistic. Mereka yang berpegang teguh pada ttik pandang ilmu alam dari studi tentang manusian.

Penekanan semacam itu terkait erat dengan penitikberatan atas sentralitas sejarah dalam studi tentang tingkah laku manusia, termasuk dalam aksi ekonomidan di bidang-bidang lain. Itu karena nilai-nilai cultural yang 1 memberikan makna pada kehidupan manusia diciptakan oleh proses spesifik dari perkembanagan social.

Weber bisa menerima tesis bahwa sejarah adalah inti terpenting dari ilmu- ilmu social. Ia juga mengadopsi ide bahwa verstehen memahami makna adalah hal mendasar untuk eksplikasi tindakan manusia. Di level metode abstrak, Weber memang tidak bisa menghasilkan rekonsiliasi memuaskan atas benang-benang berbeda yang ia coba rajut bersama.

Namun upayanya dalam metode sistesis bisa menghasilka gaya khas untuk studi sejarah. Dari latar belakang intelektual samacam itulah Weber mengambil pendekatan terhadap marxisme; sebagai seperangkat doktrim dan sebagai kekuatan politik untuk mencapai tujuan- tujuan praktis. Weber sangat erat terlibat Verrein fur Sosialpolitik Asosiasi Politik Sosial yakni kelompok ilmuan liberal yang tertarik meningkatkan reformasi secara progresif.

Kalangan ini termasuk kelompok pertama yang mendapatkan pengetahuan canggih tentang teori marxis. Mereka juga mencoba secara aktif menerapkan unsure-unsur yang ditarik dari Marxisme meski tanpa pernah menerimanya sebagai system pemikiran secara keseluruhan dan meloncat dari politik revolusionernya.

Meski tanpa pernah mengakui kontribusi pemikiran Karl Marx, Weber tetap menhjag sikap lebih hati-hati terhadap Marxisme bahkan ia sering mengkritisi kerja atau keterlibatan politis beberapa pengikut Marx daripada 2 yang dilakukan penerus kontemporernya yakni Sombart. Namun, keduanya sama-sama menunjukkan perhatian besar pada asal-usul dan arah evolusi kapitalisme industry di Jerman khususnya dan di Barat umumnya. Lebih spesifik, mereka juga melihat kondisi —kondisi ekonomi yang diyakini Marx bisa menentukan perkembangan dan transformasi masa depan kapitalisme sebagaimana mengedapankan dalam totalitas budaya yang unik.

Rumusan Masalah 1. Bagaimanakah sejarah munculnya etika Protestan dan Spirit Kapitalisme 2. Bagamanakah Hubungan Etika Protetan dan lahirnya system kapitalis 4. Tujuan Penulisan 1. Untuk mngetahui sejarah munculnya etika protestan dan spirit kapitalisme 2. Untuk mengetahui Pokok-pokok ajaran Etika Protestan dan spirit kapitalisme 3. Untuk mengetahui Hubungan Etika Protestan dan lahirnya system kapitalis 4.

Untuk mengetahui Kontroversi Etika Protestan dan spirit Kapitalisme di kalangan para ahli. Weber yang terkenal dengan karyanya yang berjudul The protestant ethic and The spirit of kapitalsm diterbitkan pada tahun , mengawali karirnya sebagai sejarawan ekonomi dan ahli sosiologi.

Dalam buku ini, yang 1 Max Weber, Etika Protestan dan spirit kapitalisme cet. Pustaka pelajar. Namun demikian, meskipun masalah etika ekonomi ini merupakan pusat perhatiannya, lingkup kajiannya luas sekali menjangkau seluruh hubungan yang mungkin terjadi antara berbagai corak masyarakat beragama.

Untuk mengikuti alur pemikirannya, cara yang paling sederhana untuk memulainya adalah menganalisis argument yang dikemukakannya dalam bukunya mengenai etika protestan tersebut, dan kemudian memperhatikan bagaimana hal ini bisa mengantarkannya kepada kajian komparatif terhadap agama- agama dan berbagai struktur social yang lain. Tugas pertama yang dilakukannya adalah menampilkan bukti mengenai hubungan antara berbagai bentuk tertentu agama protestan dan perkembangan yang sangat cepat menuju kapitalisme.

Dia mengemukakan contoh terkenal di negeri Belanda pada abad ke dan 17, mengenai pemilikan bersama dalam kegiatan usahakapitalis dikalangan keluarga Huguenots dan orang-orang katolik di Perancis pada abad ke dan 17di kalangan kelompok puritan di Inggris, dan lebih dari itu dikalangan para penganut cabang puritanisme inggris yang menetap di Amerika dan mendirikan wilayah New England Inggris Baru.

Dia tertarik dengan contoh- contoh karena contoh tersebut mewakili berbagai kejadian dimana berbagai sikap baru dalam kegiatan ekonomik secara dramatik menghancurkan tradisionalisme ekonomik yang lamacepat dalam metode terhadap kegiatan ekonomi seperti itu, tidak akan mungkin terjadi tanpa drongan moral dan 4 agama.

Di Jerman, prancis dan Hongaria, yang menyatakan dengan tegas,bahwa distribusi pekerjaan dan persiapan pendididkan bagi mereka menunjukkan bahwa penganut krieten protestan Calvinis lebih besar kenungkinannya untuk memainkan peranan dalam dunia usaha dan melaksanakan pekerjaan diberbagai oraganisasi modern berskala besar, dibandingkan dengan para 2 penganut katolik. Pokok Ajaran Etika Protestan dan Spirit Kapitalisme Etika Protestan adalah sebuah konsep dan teori dalam teologi, sosiologi, ekonomi, dan sejarah yang mempersoalkan masalah manusia yang dibentuk oleh nilai-nilai budaya disekitarnya, khususnya nilai agama.

Dalam agama Protestan yang dikembangkan oleh Calvin ada ajaran bahwa seorang manusia sudah ditakdirkan sebelumnya sebelum masuk ke surga atau ke neraka. Hal tersebut ditentukan melalui apakah manusia tersebut berh hasil atau tidak dalam pekerjaannya di dunia. Adanya kepercayaan ini membuat penganut agama Protestan Calvin bekerja keras untuk meraih sukses. Kalvinisme, yang meyakini bahwa segala sesuatu itu adalah bagian dari kedaulatan kerajaan Tuhan, dank arena kedaulatan Tuhan ini, maka manusia menerima rahmat, dan dikasihi oleh Tuhan.

Yohanes kalvin adalah pemrakarsa paham ini, sehingga disebut paham kalvinisme. Kalvinisme sering dihubungkan dengan reformasi gereja protestan, karena ide mengenai kalvinisme ini lahir ketika jaman reformasi gereja protestan 2 Betty R. Kajian Sosiologi Agama cet. PT Tiara Wacana Yogya; hal.

Teori ini merupakan faktor utama munculnya kapitalisme di Eropa. Untuk selanjutnya Etika Protestan menjadi konsep umum yang bisa berkembang di luar agama Protestan itu sendiri.

Etika protestan menjadi sebuah nilai tentang kerja keras tanpa pamrih untuk mencapai sukses. Doktrin Protestan yang kemudian melahirkan karya Weber tersebut telah membawa implikasi serius bagi tumbuhnya suatu etos baru dalam komunitas Protestan, etos itu berkaitan langsung dengan semangat untuk bekerja keras guna merebut kehidupan dunia dengan sukses.

Ukuran sukses dunia — juga merupakan ukuran bagi sukses di akhirat. Sehingga hal ini mendorong suatu semangat kerja yang tinggi di kalangan pengikut Calvinis. Ukuran sukses dan ukuran gagal bagi individu akan dilihat dengan ukuran yang tampak nyata dalam aktivitas sosial ekonominya. Bahwa kepercayaan-kepercayaan dalam agama Protestan telah merangsang kegiatan ekonomi. Contoh: Berkembang dan suksesnya kapitalisme di Eropa merupakan contoh nyata dari penerapan teori ini.

Hal ini membuat orang-orang termotivasi untuk bekerja keras dan bersungguh-sungguh untuk memperoleh sesuatu. Hal ini nantinya akan berdampak pada pembangunan ekonomi. Dalam buku, The Protestan Ethic and the Spirit of Capitlism Weber melihat ada keterkaitan antara kehidupan penganut Calvinis yang diberi pedoman oleh agama mereka dan jenis perilaku dan sikap yang diperlukan bagi kapitalisme agar bekerja secara efektif.

Weber menjelaskan bagaimana Kalvinisme berbeda dengan kebanyakan agama. Ajarannya mendorong untuk memusatkan diri pada pekerjaan duniawi, dan pada saat yang sama juga mewujudkan kehidupan asketik - sederhana, rajin beribadah, dan hidup hemat. Weber berpendapat bahwa penekanan pada kreatif dan kerja keras berkombinasi dengan tututan agar menjalankan gaya hidup asketik, suatu gaya hidup yang khas bagi agama puritan, dan bahwa ini adalah kombinasi dari resep keagamaan yang memberikan kesempatan bagi kapitalisme untuk berakar Calvinis yakin bahwa mereka tidak akan di berikan ganjaran keselamatan oleh Tuhan kecuali jika mereka sukses dan produktif dalam kehidupan.

Mereka yakin bahwa nasib tidak di gariskan oleh Tuhan, melainkan manusialah yang harus mengubah nasibnya sendiri. Oleh sebab itu kehidupan harus didedikasikan kepada efisiensi dan rasionalitas untuk memaksimalkan produktifitas mereka. Akan tetapi simbol pencapaian, kekayaan materi yang di kumpulkan melalui kerja keras terus-menerus secara efisien, tidak boleh di konsumsi secara berlebihan, atau boros, karena bertentangan dengan asketisme Calvinis.

Jadi, meski akumulasi kekayaan merupakan symbol dari kerja keras kaum kalvinis, mengkonsumsi secara berlebihan ditolak oleh penganut agama ini karena kebutuhan akan kehidupan asketik yakni sederhana, taat beribadah dan hemat.

Disinilah keterkaitan dengan kapitalisme. Berbeda dari bentuk bentuk ekonomi yang lain, agar kapitalisme bekerja, modal harus diakumulasi; tidak untuk dikonsumsi, melainkan harus diinfestasikan kembali untuk 7 mengembangkan teknik-teknik produksi yang lebih efesien demi memperoleh keuntungan lebih besar. Kebutuhan adalah upaya menemukan cara-cara produksi yang rasional dan terus menerus, dengan menarik kembali hasil kerja keras.

Lebih banyak kekayaan yang dikumpulkan, semakin sukses perusahaan kapitalis , maka semakin banyak sumber daya yang tersedia untuk memperbaiki efisiensi produksi.

Oleh karena itu kerja adalah ujung ahirnya; keuntungan yang diinvestasikan kembali adalah nyata, dan memberikan ganjaran sendiri. Pandangan Weber cukup jelas. Hanya puritanisme yang berharap pengikutnya untuk berpikir menurut cara yang sesuai dengan tuntutan khusus bagi produsen kapitalis.

Tanpa penduduk yang mengabdikan diri kepada duniawi, bersedia menghindari perbuatan berlebihan yang mengandung dosa, kapitalisme niscaya tercabut dari akarnya. Terciptanya suatu dunia seperti di gambarkan diatas merepresentasikan contoh yang sempurna dari pandangan Weber mengenai peranan keyakinan dan tindakan dalam perubahan social. Menurut Weber, kapitalisme adalah anak kandung cara berpikir dan bertindak, bukan mode produksi yang lahir dari kekuatan ekonomi.

Hubungan antara Etika Protestan dengan Spirit Kapitalisme Hubungan anatara agama protestan Calvinis dan kapitalisme ini, Weber lebih lanjut berusaha membahas dan mengidentifikasikan berbagai ciri yang menbedakan antara kapitalisme modern dan berbagai corak organisasi ekonomik lainnya, serta berbagai ciri yang membedakan antara Calvinisme dan beberapa versi lain agama Kristen.

Calvinisme maupun perkembangan kapitalisme adalah penekanan pada individualism, atau pada keputusan-keputusan manusia sesuai dengan kesadaran dan kepentingannya sendiri, tanpa memandang dari kelompok 3 Pip Jones, Pengantar Teori-Teori Sosial, Ed. I, Cet. I, Jakarta, Yayasan Obor Indonesia. Seperti kebanyakan pakar abad ke, tujuan utama Weber adalahuntuk memahami modernitas, prubahan kehidupan social baru dan radikal yang terjadi di Eropa barat dan Amerika serikat dan berkembang kekawasan dunia yang lain.

Prinsip Kapitalis yang mengatur system modern adalah kapitalisme adalah semangat memproduksi barang yang rasional fisien, dan mengejar keuntungan yang berdasarkan kepemilikan pribadi dan individual.

Menurut Weber sendiri bahwa : Kapitalisme itu indentik dengan mengejar keuntungan dengan cara berusaha secara terus menerus, rasional denga peursahaan kapitalis dan organisasi kapitalis rasional tenaga kerja bebas. Weber, ; Kebencian terhadap kemakmuran material merupakan kelanjutan ajaran para padri Katolik yang melawan Mamoisme.

Santo Agustinus menganggap bahwa berdagang itu buruk karena menjauhkan manusia dari usaha mencari Tuhan.

Sepanjang abad pertengahan, perdagangan dan perbankan dianggap sebagai kejahatan yang diperlukan. Meminjam uang dengan memungut bunga dianggap tidak layak dilakukan oleh seorang Kristen. Sehingga pada saat dimana kegiatan itu diserahkan kepada orang- orang non Kristen. Membungakan uang merupakan pelanggaran hukum karena ada Undang-Undang antiriba dari penguasa gereja maupun penguasa seluler, spekulasi dan praktek riba melanggar doktrin pokok ekonomi abad pertengahan, yaitu harga yang adil.

Prenada Media Group. Di Venesia, Florence, Augburg, semua kota Katolik, kaum kapitalis melanggar semangat dan memanipulasi surat larangan terhadap pembungaan uang. Menjelang revormasi Protestan, kaum kapitalis yang masih dibayang-bayangi dosa orang tamak oleh karena kedudukannya, telah menjadi tidak teladan bagi pemerintah sekuler dan sejumlah besar orang yang tergantung kepada mereka untuk memperoleh pekerjaan.

Kontroversi etika Protestan dan spirit Kapitalisme di kalangan para Ahli Etika protestan ditulis dengan niatan berpolemik. Ini terbukti dalam berbagai reverensi yang dibuat Weber pada idelisme dan materialisme. Studi ini kata Weber, adalah suatu kontribusi untuk memahami bagaimana ide-ide menjadi kekuatan efektif dalam sejarah dan diarahkan berlawanan dengan determinisme ekonomi. Hal-hal yang kontraks semacam inilah maka etika protestan bisa memicu kontroversi dan banyak dibicarakan.

EU E TU MARTIN BUBER PDF

Max Weber. Etika Protestan dan Semangat Kapitalisme

Latar belakang Filsafat, dan ekonomi di jerman pada teori politik dan ekonomi di jerman pada abad 19 sangat berbeda dengan filsafat, teori politik dan ekonomi di inggris. Posisi dominan ekonomi politik klasik dan utilitarianisme di inggris tidak di produksi di Jerman. Di Jerman, pemikiran ekonomi politik klasik dan utilitarianisme justru dihambat oleh pengaruh idealisme. Pada dasa warsa penutup abad 19, itu juga di hambat bertumbuhnya dampak marxisme.

HINDU BABY NAMES BY MANEKA GANDHI PDF

Etika Protestan

Weber menunjukkan bahwa semangat seperti itu tidak terbatas pada budaya Barat , apabila dipertimbangkan sebagai sikap individual, tetapi bahwa individu-individu seperti itu tidak dapat dengan sendirinya membangun sebuah tatanan ekonomi yang baru. Di antara kecenderungan-kecenderungan yang diidentifikasikan oleh Weber adalah keserakahan akan keuntungan dengan upaya yang minimum, gagasan bahwa kerja adalah kutuk dan beban yang harus dihindari, khususnya apabila hal itu melampaui apa yang secukupnya dibutuhkan untuk hidup yang sederhana. Agar suatu cara hidup yang ter adaptasi dengan baik dengan ciri-ciri khusus kapitalisme dapat mendominasi yang lainnya, hidup itu harus dimulai di suatu tempat, dan bukan dalam diri individu yang terisolasi semata, melainkan sebagai suatu cara hidup yang lazim bagi keseluruhan kelompok manusia. Ini bukanlah tujuan dari ide-ide keagamaan, melainkan lebih merupakan sebuah produk sampingan — logika turunan dari doktrin-doktrin tersebut dan saran yang didasarkan pada pemikiran mereka yang secara langsung dan tidak langsung mendorong perencanaan dan penyangkalan-diri dalam pengejaran keuntungan ekonomi. Weber menulis bahwa kapitalisme ber evolusi ketika Etika Protestan terutama Calvinis mempengaruhi sejumlah orang untuk bekerja dalam dunia sekuler, mengembangkan perusahaan mereka sendiri dan turut beserta dalam perdagangan dan pengumpulan kekayaan untuk investasi. Dalam kata lain, Etika Protestan adalah sebuah kekuatan belakang dalam sebuah aksi massal tak terencana dan tak terkoordinasi yang menuju ke pengembangan kapitalisme.

Related Articles