IVAN PETROVICH PAVLOV TEORIA CONDUCTISTA PDF

Albert Bandura describe las condiciones en que se aprende a imitar modelos. El Conductismo No hay unanimidad de criterios al denominar al conductismo o a la terapia conductista. John B. Harris, ; Samelson, , en Brophy,

Author:Sataxe Shakajora
Country:Seychelles
Language:English (Spanish)
Genre:Technology
Published (Last):27 May 2010
Pages:147
PDF File Size:11.36 Mb
ePub File Size:16.51 Mb
ISBN:501-9-12825-762-9
Downloads:29203
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Shaktitaur



Teori belajar dapat didefenisikan sebagai integrasi prinsip-prinsip yang menuntun di dalam merancang kondisi demi tercapainya tujuan pendidikan. Dengan adanya teori belajar akan memberikan kemudahan bagi guru dalam menjalankan model-model pembelajaran yang akan dilaksanakan. Banyak telah ditemukan teori belajar yang pada dasarnya menitik beratkan ketercapaian perubahan tingkah laku setelah proses pembelajaran.

Teori belajar merupakan suatu ilmu pengetahuan tentang pengkondisian situasi belajar dalam usaha pencapaian perubahan tingkah laku yang diharapkan. Teori belajar yang berpengaruh terhadap pelaksanaan pembelajaran adalah teori belajar konstruktivisme dan teori belajar pemrosesan informasi.

Teori belajarkonstruktivisme adalah teori yang menyatakan bahwa siswa harus menemukan sendiri dan mentranformasikan informasi kompleks, mengecek informasi baru dengan aturan-aturan lama dan merevisinya apabila aturan-aturan lama itu tidak lagi sesuai.

Teori belajar pemrosesan informasi merupakan teori yang menitikberatkantentang bagaimana informasi yang didapat tersebut dapat diolah oleh siswa dengan pemahamannya sendiri. Pemanfaatan lingkungan sebebas-bebasnya untuk pencapaian tujuan belajar haruslah diberikan pada siswa, sehingga kreatifitas siswa lebih tampak. Ia dididik di sekolah gereja dan melanjutkan ke Seminari Teologi. Pavlov lulus sebagai sarjana kedokteran dengan bidang dasar fisiologi.

Pada tahun ia menjadi direktur departemen fisiologi pada Institute of Experimental Medicine dan memulai penelitian mengenai fisiologi pencernaan. Ivan Pavlov meraih penghargaan nobel pada bidang Physiology or Medicine tahun Karyanya mengenai pengkondisian sangat mempengaruhi psikologi behavioristik di Amerika. Ia meninggal di Leningrad pada tanggal 27 Februari Sebenarnya ia bukan seorang sarjana psikologi dan ia pun tidak mau disebut sebagai ahli psikologi, karena ia adalah seorang sarjana ilmu faal yang fanatik.

Cara berpikirnya adalah sepenuhnya cara berpikir ahli ilmu faal, bahkan ia sangat anti terhadap psikologi karena dianggapnya kurang ilmiah. Dalam penelitian-penelitiannya ia selalu berusaha menghindari konsep-konsep meupun istilah-istilah psikologi. Sekalipun demikian, peranan Pavlov dalam psikologi sangat penting, karena studinya mengenai refleks-refleks akan merupakan dasar bagi perkembangan aliran psikologi behaviorisme.

Pandangannya yang paling penting adalah bahwa aktivitas psikis sebenarnya tidak lain daripada rangkaian-rangkaian refleks belaka. Karena itu, untuk mempelajari aktivitas psikis psikologi kita cukup mempelajari refleks-refleks saja. Pandangan yang sebenarnya bermula dari seorang tokoh Rusia lain bernama I. Watson di Amerika Serikat dalam aliran Behaviorismenya setelah mendapat perubahan-perubahan seperlunya. Teori Belajar dan Eksperimen Ivan Petrovich Pavlov Ivan Petrovich Pavlov adalah seorang behavioristik terkenal dengan teori pengkondisian asosiatif stimulus-respons dan hal ini yang dikenang darinya hingga kini.

Classic conditioning pengkondisian atau persyaratan klasik adalah proses yang ditemukan Pavlov melalui percobaannya terhadap anjing, dimana perangsang asli dan netral dipasangkan dengan stimulus bersyarat secara berulang-ulang sehingga memunculkan reaksi yang diinginkan. Ia menemukan bahwa ia dapat menggunakan stimulus netral, seperti sebuah nada atau sinar untuk membentuk perilaku respons.

Eksperimen-eksperimen yang dilakukan Pavlov dan ahli lain tampaknya sangat terpengaruh pandangan behaviorisme, dimana gejala-gejala kejiwaan seseorang dilihat dari perilakunya. Hal ini sesuai dengan pendapat Bakker bahwa yang paling sentral dalam hidup manusia bukan hanya pikiran, peranan maupun bicara, melainkan tingkah lakunya. Pikiran mengenai tugas atau rencana baru akan mendapatkan arti yang benar jika ia berbuat sesuatu. Bertitik tolak dari asumsinya bahwa dengan menggunakan rangsangan-rangsangan tertentu, perilaku manusia dapat berubah sesuai dengan apa yang di inginkan.

Kemudian Pavlov mengadakan eksperimen dengan menggunakan binatang anjing karena ia menganggap binatang memiliki kesamaan dengan manusia.

Namun demikian, dengan segala kelebihannya, secara hakiki manusia berbeda dengan binatang. Eksperimen Pavlov: Berikut adalah tahap-tahap eksperimen dan penjelasan dari gambar diatas: Gambar pertama. Gambar kedua. Jika anjing dibunyikan sebuah bel maka ia tidak merespon atau mengeluarkan air liur. Gambar ketiga. Sehingga dalam eksperimen ini anjing diberikan sebuah makanan UCS setelah diberikan bunyi bel CS terlebih dahulu, sehingga anjing akan mengeluarkan air liur UCR akibat pemberian makanan.

Gambar keempat. Setelah perlakukan ini dilakukan secara berulang-ulang, maka ketika anjing mendengar bunyi bel CS tanpa diberikan makanan, secara otonom anjing akan memberikan respon berupa keluarnya air liur dari mulutnya CR. Dalam ekperimen ini bagaimana cara untuk membentuk perilaku anjing agar ketika bunyi bel di berikan ia akan merespon dengan mengeluarkan air liur walapun tanpa diberikan makanan.

Karena pada awalnya gambar 2 anjing tidak merespon apapun ketika mendengar bunyi bel. Jika anjing secara terus menerus diberikan stimulus berupa bunyi bel dan kemudian mengeluarkan air liur tanpa diberikan sebuah hadiah berupa makanan. Maka kemampuan stimulus terkondisi bunyi bel untuk menimbulkan respons air liur akan hilang. Pavlov mengemukakan empat peristiwa eksperimental dalam proses akuisisi dan penghapusan sebagai berikut: Stimulus tidak terkondisi UCS , suatu peristiwa lingkungan yang melalui kemampuan bawaan dapat menimbulkan refleks organismik.

Contoh: makanan Stimulus terkondisi CS , Suatu peristiwa lingkungan yang bersifat netral dipasangkan dengan stimulus tak terkondisi UCS. Contoh: Bunyi bel adalah stimulus netral yang di pasangkan dengan stimulus tidak terkondisi berupa makanan.

Respons tidak terkondisi UCR , refleks alami yang ditimbulkan secara otonom atau dengan sendirinya. Contoh: keluarnya air liur akibat penggabungan bunyi bel dengan makanan. Kesimpulan yang didapat dari percobaan ini adalah bahwa tingkah laku sebenarnya tidak lain daripada rangkaian refleks berkondisi, yaitu refleks-refleks yang terjadi setelah adanya proses kondisioning conditioning process di mana refleks-refleks yang tadinya dihubungkan dengan rangsang-rangsang tak berkondisi lama-kelamaan dihubungkan dengan rangsang berkondisi.

Dengan kata lain, gerakan-gerakan refleks itu dapat dipelajari, dapat berubah karena mendapat latihan. Sehingga dengan demikian dapat dibedakan dua macam refleks, yaitu refleks wajar unconditioned refleks -keluar air liur ketika melihat makanan yang lezat dan refleks bersyarat atau refleks yang dipelajari conditioned refleks -keluar air liur karena menerima atau bereaksi terhadap suara bunyi tertentu.

Dari eksperimen yang dilakukan Pavlov terhadap seekor anjing menghasilkan hukum-hukum belajar, diantaranya: Law of Respondent Conditioning yakni hukum pembiasaan yang dituntut. Jika dua macam stimulus dihadirkan secara simultan yang salah satunya berfungsi sebagai reinforcer , maka refleks dan stimulus lainnya akan meningkat. Law of Respondent Extinction yakni hukum pemusnahan yang dituntut. Jika refleks yang sudah diperkuat melalui Respondent conditioning itu didatangkan kembali tanpa menghadirkan reinforcer, maka kekuatannya akan menurun Demikianlah maka menurut teori conditioning belajar itu adalah suatu proses perubahan yang terjadi karena adanya syarat-syarat conditions yang kemudian menimbulkan reaksi response.

Untuk menjadikan seseorang itu belajar haruslah kita memberikan syarat-syarat tertentu. Yang terpenting dalam belajar menurut teori conditioning ialah adanya latihan-latihan yang continue terus-menerus. Yang diutamakan dalm teori ini adalah hal belajar yeng terjadi secara otomatis.

Menilik psikologi behavioristik menggunakan suatu pendekatan ekperimental, refleksiologis objektif Pavlov tetap merupakan model yang luar biasa dan tidak tertandingi. Penerapan Teori dalam Kehidupan Sehari-Hari Penganut teori ini mengatakan bahwa segala tingkah laku manusia juga tidak lain adalah hasil daripada conditioning. Yaitu hasil daripada latihan-latihan atau kebiasaan-kebiasaan mereaksi terhadap syarat-syarat atau perangsang-perangsang tertentu yang dialaminya dalam kehidupannya.

Proses belajar yang digambarkan seperti itu menurut Pavlov terdiri atas pembentukan asosiasi antara stimulus dan respons refleksif. Dasar penemuan Pavlov tersebut, menurut J. Watson diberi istilah Behaviorisme. Watson berpendapat bahwa perilaku manusia harus dipelajari secara objektif. Watson menggunakan teori Classical Conditioning untuk semuanya yang bertalian dengan pembelajaran.

Pada umumnya ahli psikologi mendukung proses mekanistik. Maksudnya kejadian lingkungan secara otomatis akan menghasilkan tanggapan. Proses pembelajaran itu bergerak dengan pandangan secara menyeluruh dari situasi menuju segmen satuan bahasa yang diabstraksikan dari kesatuan wicara atau teks bahasa tertentu. Materi yang disajikan mirip dengan metode dengar ucap.

Ternyata dalam kehidupan sehari-hari ada situasi yang sama seperti pada anjing. Sebagai contoh, suara lagu dari penjual es krim yang berkeliling dari rumah ke rumah. Awalnya mungkin suara itu asing, tetapi setelah si pejual es krim sering lewat, maka nada lagu tersebut bisa menerbitkan air liur apalagi pada siang hari yang panas.

Bayangkan, bila tidak ada lagu tersebut betapa lelahnya si penjual berteriak-teriak menjajakan dagangannya. Contoh lain adalah bunyi bel di kelas untuk penanda waktu atau tombol antrian di bank.

Tanpa disadari, terjadi proses menandai sesuatu yaitu membedakan bunyi-bunyian dari pedagang makanan rujak, es, nasi goreng, siomay yang sering lewat di rumah, bel masuk kelas-istirahat atau usai sekolah dan antri di bank tanpa harus berdiri lama. Disetiap anda bertemu CS dengan kekasih anda maka berikanlah sebuah coklat untuk kekasih anda, secara otonom dia akan sangat suka dengan coklat pemberian anda.

Contoh lain bunyi bel di kelas untuk penanda waktu atau tombol antrian di bank. Dari contoh tersebut dapat diketahui bahwa dengan menerapkan strategi Pavlov ternyata individu dapat dikendalikan melalui cara mengganti stimulus alami dengan stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan, sementara individu tidak menyadari bahwa ia dikendalikan oleh stimulus yang berasal dari luar dirinya.

Aplikasi Teori Belajar Pavlov dalam Pembelajran Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menerapkan teori belajar menurut Pavlov adalah ciri-ciri kuat yang mendasarinya yaitu: Mementingkan pengaruh lingkungan.

CANON DPP WORKFLOW PDF

Ivan Pavlov

Petersburg] , Russian physiologist known chiefly for his development of the concept of the conditioned reflex. In a now-classic experiment, he trained a hungry dog to salivate at the sound of a metronome or buzzer, which was previously associated with the sight of food. He developed a similar conceptual approach, emphasizing the importance of conditioning , in his pioneering studies relating human behaviour to the nervous system. He was awarded the Nobel Prize for Physiology or Medicine in for his work on digestive secretions. Top Questions What did Ivan Pavlov study? Ivan Pavlov gave up studying theology to enter the University of St.

COURTER SALMAN RUSHDIE PDF

IVAN PETROVICH PAVLOV TEORIA CONDUCTISTA PDF

During his research into salivation and conditioning, Pavlov noticed differences in the behaviour of his experimental dogs. Aprendizaje colaborativo soportado por computador cscl: Autores como Pfister et al. Planear y utilizar adecuadamente los tiempos de la clase. Watson quien introdujo los descubrimientos de Pavlov en Estados Unidos y Europa occidental. Building learning communities in cyberspace. What comes to mind when you hear that name?

540A TAX FORM PDF

Iwan Petrowitsch Pawlow

Bibliografia 1. Albert Bandura describe las condiciones en que se aprende a imitar modelos. El Conductismo No hay unanimidad de criterios al denominar al conductismo o a la terapia conductista. John B. Harris, ; Samelson, , en Brophy, El conductismo Watsoniano Entre y se desarrolla el conductismo watsoniano. Los principios a que principalmente se refiere Watson son la frecuencia y proximidad y el condicionamiento.

Related Articles