JAMUR ASCOMYCOTA PDF

Berikut ini terdapat beberapa peranan ascomycota, terdiri atas: 1. Fungi yang Menguntungkan dari golongan Ascomycetes Saccharomycescereviciae, berperan dalam pembuatan bir, roti maupun alkohol, sebab dapat memproduksi etanol secara fermentasi dalam jumlah yang besar dan mempunyai toleransi terhadap alkohol yang tinggi Koesoemadinata, Penicilliumchrysogenum, berperan dalam pembuatan antibiotik penisilin. Antibiotik penisilin ini digunakan untuk menghambat bahkan membunuh bakteri patogen. Penicilliumroqueforti, berperan dalam meningkatkan kualitas keju. Aspergillusoryzae, berperan dalam pembuatan tauco.

Author:Zulkilmaran Tagis
Country:Japan
Language:English (Spanish)
Genre:Art
Published (Last):12 December 2016
Pages:102
PDF File Size:12.91 Mb
ePub File Size:5.62 Mb
ISBN:990-1-57620-389-4
Downloads:57293
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Maule



Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang definisi, ciri-ciri atau karakteristik, struktur tubuh, cara perkembangbiakan reproduksi , contoh dan peranan Ascomycota bagi kehidupan manusia. Untuk itu, silahkan kalian simak baik-baik penjelasan berikut ini. Selamat belajar dan semoga bisa paham. Askomata bisa berbentuk mangkok, botol, atau seperti balon. Hifa dari Ascomycotina umumnya monokariotik uninukleat atau memiliki inti tunggal dan sel-sel yang dipisahkan oleh septa sederhana.

Jadi, askus merupakan struktur umum yang dimiliki oleh anggota Divisi Ascomycota. Tubuhnya ada yang berupa uniseluler dan ada pula yang multiseluler. Hidup sebagai saprofit dan parasit. Beberapa jenis diantaranya dapat juga bersimbiosis dengan makhluk hidup ganggang hijau-biru dan ganggang hijau bersel satu membentuk lumut kerak. Ciri-Ciri Ascomycota Secara umum, ciri-ciri atau karakteristik jamur yang termasuk dalam divisi Ascomycota antara lain sebagai berikut.

Askospora merupakan hasil dari reproduksi generatif. Struktur Tubuh Ascomycota Jamur Ascomycota mempunyai talus yang terdiri dari miselium septat. Reproduksi seksualnya dengan membentuk askospora di dalam askus, sedang aseksualnya dengan membentuk konidium tunggal atau berantai pada ujung hifa khusus yang disebut konidiofor. Kumpulan askus ini akan membentuk askokarp yang memiliki bentuk bervariasi dan kebanyakan berbentuk cawan seperti yang diperlihatkan pada gambar berikut ini.

Contoh jamur yang termasuk Ascomycotina adalah sebagai berikut. Khamir dapat melakukan fermentasi berbagai bahan organik, salah satu fermentasi yang paling umum ialah fermentasi dalam pembentukan alkohol.

Menurut reaksi kimianya sebagai berikut. Jamur ini tampak berwarna hijau atau kebiru-biruan. Reproduksi aseksual dengan pembentukan konidium dalam rantai pada konidiofor tegak.

Jamur ini tumbuh pada kotoran. Jenis ini tumbuh pada kacang tanah yang sudah tidak segar atau makanan yang terbuat dari kacang tanah. Adapun bentuk hifa somatik pada Aspergillus, konidiofor tanpa cabang dan konidiofor bercabang pada Penicillium diperlihatkan pada gambar di bawah ini. Gambar: A. Aspergilus, hifa somatik dan struktur reproduktif. Konidiofor tanpa cabang yang menyangga rantaian konidium.

Penicillium, konidiofor bercabang menyangga rantai konidium. Cara Hidup Ascomycota Ascomycota hidup sebagai pengurai bahan organik khususnya dari tumbuhan atau sisa-sisa dari organisme yang ada di dalam tanah dan juga di laut. Ascomycota bersel satu atau ragi hidup di bahan yang mengandung gula atau karbohidrat, seperti singkong yang menghasilkan tapai atau sari anggur yang digunakan untuk membuat minuman anggur merah wine.

Sebagian jenis ada yang hidupnya sebagai parasit di organisme lain. Ascomycota dapat melindungi tumbuhan dari serangan hama serangga dengan cara mengeluarkan racun bagi Ascomycota yang hidup di permukaan sel mesofil daun. Terdapat sekitar Cara Reproduksi Ascomycota Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Ascomycota ada yang bersifat uniseluler dan multiseluler serta berkembangbiak dengan dua cara, yaitu secara aseksual vegetatif dan seksual generatif.

Dengan demikian ada 4 jenis perkembangbiakan pada Ascomycota, yaitu sebagai berikut. Reproduksi Aseksual Ascomycota Uniseluler Untuk Ascomycota tipe sel uniseluler, reproduksi aseksualnya dilakukan dengan pembelahan sel atau pelepasan tunas budding dari sel induk.

Tunas yang terlepas akan menjadi sebuah sel jamur yang baru. Akan tetapi, jika tidak terlepas maka sel tunas akan membentuk rantai pseudohifa hifa semu. Reproduksi Seksual Ascomycota Uniseluler Pada Ascomycota uniseluler, reproduksi seksualnya diawali dengan konjugasi atau penyatuan dua sel haploid n yang berbeda jenis. Dari hasil penyatuan dua sel tersebut akan menghasilkan zigot yang berkromosom diploid 2n.

Zigot tumbuh membesar menjadi askus yang diploid. Inti nukleus diploid di dalam askus membelah secara miosis dengan menghasilkan 4 inti yang berkromosom haploid n.

Di sekitar empat inti tersebut, terbentuk dinding sel dengan 4 askospora di dalam askus berkromosom haploid n. Jika askus sudah masak, maka selanjutnya askus akan pecah dengan mengeluarkan askospora. Askospora akan tumbuh menjadi sel jamur baru yang haploid n. Adapun gambar tahapan reproduksi aseksual dan seksual pada Ascomycota uniseluler dapat kalian lihat pada gambar di bawah ini.

Reproduksi aseksual pembentukan tunas pada Ascomycota uniseluler B. Reproduksi seksual pembentukan askospora pada Ascomycota uniseluler 3. Reproduksi Aseksual Ascomycota Multiseluler Untuk Ascomycota tipe sel multiseluler, reproduksi aseksualnya dilakukan dengan dua cara, yaitu fragmentasi hifa dan pembentukan spora aseksual konidiospora. Hifa dewasa yang terputus akan tumbuh menjadi sebuah hifa jamur baru. Hifa haploid n yang sudah dewasa akan menghasilkan konidiofor tangkai konidia.

Konidia memiliki jumlah kromosom yang haploid n. Konidia pada jamur Ascomycota berwarna-warni, antara lain berwarna oranye, hitam, biru atau kecokelatan. Jika kondisi lingkungan menguntungkan, maka konidia akan berkecambah menjadi hifa yang haploid. Hifa akan bercabang-cabang dengan membentuk miselium yang berkromosom haploid n.

Poin Penting! Pembentukan tunas terjadi pada jamur uniseluler dan spora aseksual pada jamur terjadi pada jamur multiseluler. Konidia merupakan spora yang dihasilkan secara eksternal, yaitu di luar kotak spora atau sporangium.

Reproduksi Seksual Ascomycota Multiseluler Adapun reproduksi seksual pada Ascomycota multiseluler memiliki beberapa tahapan, yaitu sebagai berikut. Melalui trikogen, terjadi proses plasmogami peleburan sitoplasma.

Askogonium akan menerima nukelus yang berkromosom haploid dari anteridium sehingga askogonium memiliki banyak inti dari keduanya dikariotik. Selanjutnya, di sekitar nukleus akan terbentuk dinding sel dan terbentuk askospora yang berkromosom haploid n. Hal ini terjadi karena jika satu askus pecah maka akan berakibat pada pecahnya askus lain.

Hifa haploid akan tumbuh bercabang-cabang membentuk miselium yang haploid n. Siklus Hidup Ascomycota Siklus atau daur hidupa Ascomycota dimulai dari dari askospora yang tumbuh menjadi benang hifa yang bercabang-cabang perhatikan gambar di bawah ini. Kemudian, salah satu dari beberapa sel pada ujung hifa berdiferensiasi menjadi askogonium, yang ukurannya lebih lebar dari hifa biasa.

Sedangkan ujung hifa yang lainnya membentuk Anteridium. Anteridium dan Askogonium tersebut letaknya berdekatan dan memiliki sejumlah inti yang haploid. Pada askogonium tumbuh trikogin yang menghubungkan askogonium dengan anteredium. Melaui trikogin ini inti dari anteredium pindah ke askogonium dan kemudian berpasangan dengan inti pada askogonium. Selanjutnya pada askogonium tumbuh sejumlah hifa yang disebut hifa askogonium. Inti-inti membelah secara mitosis dan tetap berpasangan.

Hifa askogonium tumbuh membentuk septa bercabang. Bagian askogonium berinti banyak, sedangkan pada bagian ujungnya berinti 2. Bagian ujung inilah yang akan tumbuh menjadi bakal askus. Hifa askogonium ini kemudian berkembang disertai pertumbuhan miselium vegetatif yang kompak, membentuk tubuh buah. Dua inti pada bakal askus membentuk inti diploid yang kemudian membelah secara meiosis untuk menghasilkan 8 spora askus askospora. Apabila askospora tersebut jatuh pada lingkungan yang sesuai maka ia akan tumbuh membentuk hifa atau miselium baru.

Contoh dan Peranan Ascomycota Divisi Ascomycota terdiri atas banyak jamur berwarna-warni yang tumbuh pada makanan, merusak buah, tanaman ladang, dan tumbuhan lain. Beberapa Ascomycota menyekresikan enzim selulase dan protease yang dapat merusak kain katun dan kain wool, terutama di tempat yang hangat dan lembap. Keadaan lingkungan tersebut dapat membuat jamur tumbuh dengan baik.

Akan tetapi, Ascomycota juga membawa keuntungan bagi tumbuhan melalui hubungan mutualisme dengan akar tanaman. Berikut ini adalah beberapa contoh jamur anggota Divisi Ascomycota beserta peranannya bagi kehidupan. Jamur ini dapat mengubah gula menjadi alkohol dan karbon dioksida CO2 dengan melalui proses fermentasi respirasi anaerob. Gejala-gejala yang dialami adalah seperti kejang saraf, rasa panas terbakar, kegilaan temporer sementara , dan halusinasi.

HENRIOT ENGRENAGE PDF

Contoh Jamur Ascomycota

See Article History Alternative Title: sac fungus Ascomycota, also called sac fungi, a phylum of fungi kingdom Fungi characterized by a saclike structure, the ascus , which contains four to eight ascospores in the sexual stage. Top Xylaria hypoxlon; bottom earth tongue Geoglossum fallax Top H. Many ascomycetes are plant pathogens, some are animal pathogens, a few are edible mushrooms , and many live on dead organic matter as saprobes. The largest and most commonly known ascomycetes include the morel see cup fungus and the truffle. Other ascomycetes include important plant pathogens, such as those that cause powdery mildew of grape Uncinula necator , Dutch elm disease Ophiostoma ulmi , chestnut blight Cryphonectria parasitica , and apple scab Venturia inequalis.

MANUAL DE ESPECIALIDADES DESBRAVADORES PDF

Ascomycota – Pengertian, Ciri, Klasifikasi, Struktur, Reproduksi dan Manfaat

Orbiliomycetes Pezizomycetes dan Sordariomycetes Lahmiales, Medeolariales dan Triblidiales sebagai ordo yang tidak tergantikan dan Geoglossaceae sebagai famili yang tidak tergantikan. Struktur tubuh dari ascomycota memiliki bentuk tubuh buah kecil, bulat, bulat panjang, mangkuk. Contoh ascomycota yang memiliki tubuh buah adalah Morchella esculenta, Tuber melanosporum dan Xylaria comosa. Namun ada beberapa ascomycota yang tidak memiliki tubuh buah. Contoh ascomycota yang tidak memiliki tubuh buah adalah Neurospora crassa.

BENIHANA DINNER MENU PDF

Ascomycota: Pengertian, Ciri, Struktur, Reproduksi, Contoh dan Peranannya

Mula-mula Hifa berbeda jenis saling berdekatan. Hifa betina akan membentuk Askogonium dan hifa jantan akan membentuk Anteridium, masing-masing berinti haploid. Dari askogonium akan tumbuh Trikogin yaitu saluran yang menghubungkan askogonium dan anteridium. Melalui trikogin anteridium pindah dan masuk ke askogonium sehingga terjadi plasmogami. Askogonium tumbuh membentuk sejumlah hifa askogonium yang dikarion. Pertumbuhan terjadi karena pembelahan mitosis antara inti-inti tetapi tetap berpasangan. Pada ascomycota yang memiliki badan buah, kumpulan hifa askogonium yang dikariotik ini membentuk jalinan kompak yang disebut Askokarp.

Related Articles