KLASIFIKASI PERIODONTITIS PDF

Tinggalkan Balasan Pengertian Periodntitis Periodontitis adalah seperangkat peradangan penyakit yang mempengaruhi periodontium yaitu jaringan yang mengelilingi dan mendukung gigi. Merupakan suatu penyakit jaringan penyangga gigi yaitu yang melibatkan gingiva, ligamen periodontal, sementum, dan tulang alveolar karena suatu proses inflamasi. Inflamasi berasal dari gingiva gingivitis yang tidak dirawat, dan bila proses berlanjut maka akan menginvasi struktur di bawahnya sehingga akan terbentuk poket yang menyebabkan peradangan berlanjut dan merusak tulang serta jaringan penyangga gigi, akibatnya gigi menjadi goyang dan akhirnya harus dicabut. Karakteristik periodontitis dapat dilihat dengan adanya inflamasi gingiva, pembentukan poket periodontal, kerusakan ligamen periodontal dan tulang alveolar sampai hilangnya sebagian atau seluruh gigi. Periodontitis kronis merupakan penyakit dengan tipe progresif yang lambat.

Author:Tojagore Zusho
Country:Ukraine
Language:English (Spanish)
Genre:Relationship
Published (Last):28 June 2005
Pages:295
PDF File Size:12.46 Mb
ePub File Size:16.62 Mb
ISBN:320-1-49427-287-7
Downloads:81478
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Zulkitilar



Definisi : merupakan penyakit destruktif pada kavitas oral yang biasa terjadi pada gigi Molar pertama dan gigi Incisivus pada anak-anak dan dewasa muda, yang menyebabkan kerusakan tulang dalam jangka waktu yang sangat cepat dan menyebabkan kehilangan gigi geligi.

Karakteristik klinik : a. Penyakit dijumpai pada gigi Molar pertama dan Incisivus dengan hilangnya perlekatan pada daerah interproksimal paling sedikit 2 gigi. Berkurangnya inflamasi secara klinis disamping ditemukan poket periodontal yang dalam. Pada kebanyakan kasus jumlah plak yang mempengaruhi gigi minimal, sehingga cenderung tidak konsisten dengan jumlah kerusakan periodontal yang ditemukan.

Penyakit Localized Aggresive Periodontitis berkembang dengan cepat. Migrasi distolabial gigi Incisivus maksilaris. Pembentukan diastem secara berkala. Peningkatan mobilitas gigi Molar pertama.

Sensitif dari permukaan akar yang terbuka terhadap suhu dan stimulasi taktil. Rasa sakit tajam dan rasa sakit yang menyebar sewaktu mastikasi. Dapat terbentuk abses periodontal pada tahap ini dan terjadi pembesaran pada kelenjar limfe.

Kehilangan tulang alveolar disekitar Molar pertama dan Incisivus pada usia pubertas b. Suatu bentuk kerusakan tulang alveolar yang meluas dari permukaan distal gigi P2 hingga permk. Penyakit ini ditandai dengan hilangnya attachment interproksimal secara keseluruhan yang mempengaruhi 3 gigi permanen lainnya selain Molar pertama dan Incivus.

Umumnya memiliki jumlah plak bakterial yang lebih sedikit yang berhubungan dengan gigi yang terlibat. Secara kuantitatif, jumlah plak cenderung tidak seimbang dengan kerusakan periodontal yang terjadi secara kualitatif.

Pada kasus lainnya : Jaringan gingiva cenderung berwarna merah muda Bebas inflamasi Terkadang terjadi stipling walaupun akhirnya tdk ditemukan lagi Poket yang dalam dapat ditemukan melalui probing c.

Beberapa pasien Generalized Aggresive Periodontitis mengalami kondisi sistemik seperti pada kekurangan berat badan, depresi mental dan malaise Gambaran Radiologis : a.

Terdapat bentuk kerusakan tulang yang parah dengan jumlah plak gigi yang minimal. Terlihat kehilangan tulang alveolar yang mendukung lebih dari tiga gigi kecuali molar pertama dan incisivus.

LIONEL TRILLING FREUD AND LITERATURE PDF

57728930-SK-LANSIA

Penyakit yang melemahkan debilitating diseases Seperti sifilis, nefritis kronis, dan tuberkulosa bisa menjadi faktor pendorong bagi terjadinya penyakit periodontal, Dengan jalan melemahkan pertahanan periodonsium terhadap iritan lokal, dan menimbulkan kecenderungan terjadinya kehilangan tulang alveolar. Gangguan psikosomatik Ada dua cara gangguan psikosomatik mempengaruhi periodonsium dan jaringan di rongga mulut lainnuya: 1 melalui timbulnya kebiasaan buruk yang dapat mencederai jaringan periodonsium; atau 2 dengan efek langsung sistem saraf otonom terhadap keseimbangan jaringan yang fisiologis. Meskipun limfosit B tidak terpengaruh, namun akibat terganggunya fungsi limfosit T akan menyebabkan deregulasi pada sel-B. Penurunan sistem imunitas pada penderita yang terinfeksi HIV menyebabkan peningkatan kerentanannya terhadap penyakit gingiva dan periodontal.

ISO 9241-9 PDF

Klasifikasi Periodontitis Menurut AAP 1999

John Novak dan Karen F. Novak Periodontitis kronis, dahulu dikenal sebagai adult periodontitis atau chronic adult periodontitis, adalah bentuk periodontitis yang paling sering ditemukan. Umumnya dipertimbangkan sebagai penyakit dengan perkembangan lambat. Bagaimanapun, dengan kemunculan faktor sistemik atau lingkungan yang dapat mengubah respon host terhadap akumulasi plak, seperti diabetes, merokok, atau stres, perkembangan penyakit dapat menjadi lebih agresif. Meskipun periodontitis kronis paling sering diamati pada dewasa, dapat terjadi pada anak- anak dan remaja sebagai respon terhadap akumulasi plak dan kalkulus kronis.

Related Articles