ASKEP ABORTUS IMMINENS PDF

Abortus Imminens 1. Pengertian Abortus Abortus adalah berakhirnya suatu kehamilan oleh akibat-akibat tertentu pada atau sebelum kehamilan tersebut. Berusia 22 minggu atau buah kehamilan belum mampu untuk hidup di luar kandungan Abortus adalah pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan Mochtar Rustam, Sinopsis Obstetri. Berikut ini macam macam abortus: a. Abortus imminens adalah terjadinya perdarahan dari rahim sebelum kehamilan mencapai usia 20 minggu, dimana janin masih berada di dalam rahim dan tanpa disertai pembukaan dari leher rahim. Apabila janin masih hidup maka kehamilan dapat dipertahankan, akan tetapi apabila janin mengalami kematian, maka dapat terjadi abortus spontan.

Author:Mikagul Moogutilar
Country:Paraguay
Language:English (Spanish)
Genre:Life
Published (Last):22 November 2006
Pages:287
PDF File Size:2.78 Mb
ePub File Size:13.36 Mb
ISBN:650-6-88776-393-5
Downloads:88778
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Daisar



Dalam kondisi seperti ini kehamilan masih mungkin berlanjut atau dipertahankan Syaifudin. Bari Abdul, Abortus imminen adalah perdarahan pervaginam pada kehamilan kurang dari 20 minggu, tanpa tanda-tanda dilatasi serviks yang meningkat Mansjoer, Arif M, Abortus imminen adalah pengeluaran secret pervagina yang tampak pada paruh pertama kehamilan William Obstetri, Klasifikasi Abortus dibagi menjadi dua yaitu : 1.

Abortus Spontan : Yaitu abortus yang terjadi tanpa tindakan mekanis atau medis untuk mengosongkan uterus, maka abortus tersebut dinamai abortus spontan. Kata lain yang luas digunakan adalah keguguran miscarriage Cunningham, Keguguran adalah setiap kehamilan yang berakhir secara spontan sebelum janin dapat bertahan.

Sebuah keguguran secara medis disebut sebagai aborsi spontan. WHO mendefenisikan tidak dapat bertahan hidup sebagai embrio atau janin seberat gram atau kurang, yang biasanya sesuai dengan usia janin usia kehamilan dari 20 hingga 22 minggu atau kurang. Aspek klinis abortus spontan dibagi menjadi lima subkelompok, yaitu: a. Threatened Miscarriage Abortus Iminens Adalah peristiwa terjadinya perdarahan dari uterus pada usia kehamilan 20 minggu, dimana hasil konsepsi masih dalam uterus, dan tanpa adanya dilatasi serviks.

Yang pertama kali muncul biasanya adalah perdarahan, dan beberapa jam sampai beberapa hari kemudian terjadi nyeri kram perut.

Nyeri abortus mungkin terasa di anterior dan jelas bersifat ritmis : nyeri dapat berupa nyeri punggung bawah yang menetap disertai perasaan tertekan di panggul atau rasa tidak nyaman atau nyeri tumpul di garis tengah suprapubis. Inevitable Miscarriage Abortus Tidak Terhindarkan Yaitu Abortus tidak terhindarkan inevitable ditandai oleh pecah ketuban yang nyata disertai pembukaan serviks.

Incomplete Miscarriage Abortus tidak lengkap Pada abortus yang terjadi sebelum usia gestasi 10 minggu, janin dan plasenta biasanya keluar bersama-sama, tetapi setelah waktu ini keluar secara terpisah. Apabila seluruh atau sebagian plasenta tertahan di uterus, cepat atau lambat akan terjadi perdarahan yang merupakan tanda utama abortus inkomplet.

Missed Abortion Hal ini didefenisikan sebagai retensi produk konsepsi yang telah meninggal in utero selama 8 minggu. Setelah janin meninggal, mungkin terjadi perdarahan pervaginam atau gejala lain yang mengisyaratkan abortus iminens, mungkin juga tidak. Uterus tampaknya tidak mengalami perubahan ukuran, tetapi perubahan-perubahan pada payudara biasanya kembali seperti semula.

Recurrent Miscarriage atau Abortus Habitualis Abortus Berulang Keadaan ini didefinisikan menurut berbagai kriteria jumlah dan urutan, tetapi definisi yang paling luas diterima adalah abortus spontan yang terjadi berturut-turut selama tiga kali atau lebih Cunningham, Abortus Provokatus abortus yang sengaja dibuat : Yaitu menghentikan kehamilan sebelum janin dapat hidup di luar tubuh ibu.

Pada umumnya dianggap bayi belum dapat hidup di luar kandungan apabila kehamilan belum mencapai gram, walaupun terdapat kasus bayi dibawah gram bisa hidup di luar tubuh.

Abortus ini dibagi 2 yaitu : a. Abortus medisinalis Abortus medisinalis abortus therapeutica yaitu abortus karena tindakan kita sendiri, dengan alasan bila kehamilan dilanjutkan, dapat membahayakan jiwa ibu berdasarkan indikasi medis.

Biasanya perlu mendapat persetujuan 2 sampai 3 tim dokter ahli. Abortus kriminalis Yaitu abortus yang terjadi oleh karena tindakan-tindakan yang tidak legal atau tidak berdasarkan indikasi medis dan biasanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi oleh tenaga tradisional. Etiologi Abortus dapat terjadi karena beberapa sebab yaitu : 1. Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi, biasanya menyebabkan abortus pada kehamilan sebelum usia 8 minggu.

Faktor yang menyebabkan kelainan ini adalah : a. Kelainan kromosom, terutama trimosoma dan monosoma X b. Lingkungan sekitar tempat implantasi kurang sempurna c. Pengaruh teratogen akibat radiasi, virus, obat-obatan temabakau dan alkohol 2. Kemudian uterus berkontraksi untuk mengeluarkan benda asing tersebut. Pada kehamilan kurang dari 8 minggu, villi korialis belum menembus desidua secara dalam jadi hasil konsepsi dapat dikeluarkan seluruhnya.

Pada kehamilan 8 sampai 14 minggu, penembusan sudah lebih dalam hingga plasenta tidak dilepaskan sempurna dan menimbulkan banyak perdarahan. Pada kehamilan lebih dari 14 minggu janin dikeluarkan terlebih dahulu daripada plasenta hasil konsepsi keluar dalam bentuk seperti kantong kosong amnion atau benda kecil yang tidak jelas bentuknya blightes ovum , janin lahir mati, janin masih hidup, mola kruenta, fetus kompresus, maserasi atau fetus papiraseus.

Mansjoer Arif M. Terlambat haid atau amenorhe kurang dari 20 minggu 2. Pada pemeriksaan fisik : keadaan umum tampak lemah kesadaran menurun, tekanan darah normal atau menurun, denyut nadi normal atau cepat dan kecil, suhu badan normal atau meningkat 3. Perdarahan pervagina mungkin disertai dengan keluarnya jaringan hasil konsepsi 4.

Rasa mulas atau kram perut, didaerah atas simfisis, sering nyeri pingang akibat kontraksi uterus 5. Pemeriksaan ginekologi : a.

Inspekulo : perdarahan dari cavum uteri, osteum uteri terbuka atau sudah tertutup, ada atau tidak jaringan keluar dari ostium, ada atau tidak cairan atau jaringan berbau busuk dari ostium c. Colok vagina : porsio masih terbuka atau sudah tertutup, teraba atau tidak jaringan dalam cavum uteri, besar uterus sesuai atau lebih kecil dari usia kehamilan, tidak nyeri saat porsio digoyang, tidak nyeri pada perabaan adneksa, cavum douglas tidak menonjol dan tidak nyeri d.

Hasil pemeriksaan kehamilan masih positif Komplikasi Komplikasi yang mungkin timbul Budiyanto dkk, adalah: 1. Perdarahan akibat luka pada jalan lahir, atonia uteri, sisa jaringan tertinggal, diatesa hemoragik dan lain-lain. Perdarahan dapat timbul segera pasca tindakan, dapat pula timbul lama setelah tindakan.

Syok akibat refleks vasovagal atau nerogenik. Komplikasi ini dapat mengakibatkan kematian yang mendadak. Diagnosis ini ditegakkan bila setelah seluruh pemeriksaan dilakukan tanpa membawa hasil.

Harus diingat kemungkinan adanya emboli cairan amnion, sehingga pemeriksaan histologik harus dilakukan dengan teliti. Emboli udara dapat terjadi pada teknik penyemprotan cairan ke dalam uterus. Hal ini terjadi karena pada waktu penyemprotan, selain cairan juga gelembung udara masuk ke dalam uterus, sedangkan pada saat yang sama sistem vena di endometrium dalam keadaan terbuka. Udara dalam jumlah kecil biasanya tidak menyebabkan kematian, sedangkan dalam jumlah ml dilaporkan sudah dapat memastikan dengan segera.

Inhibisi vagus, hampir selalu terjadi pada tindakan abortus yang dilakukan tanpa anestesi pada ibu dalam keadaan stress, gelisah, dan panik. Hal ini dapat terjadi akibat alat yang digunakan atau suntikan secara mendadak dengan cairan yang terlalu panas atau terlalu dingin. Demikian pula obat-obatan seperti kina atau logam berat. Pemeriksaan adanya Met-Hb, pemeriksaan histologik dan toksikolgik sangat diperlukan untuk menegakkan diagnosis. Infeksi dan sepsis. Komplikasi ini tidak segera timbul pasca tindakan tetapi memerlukan waktu.

Lain-lain seperti tersengat arus listrik saat melakukan abortus dengan menggunakan pengaliran arus listrik. Pemeriksaan penunjang 1. Tes kehamilan : positif bila janin masih hidup, bahkan 2 — 3 minggu setelah abortus 2. Pemeriksaan doopler atau USG untuk menentukkan apakah janin masih hidup 3.

Pemeriksaan kadar fibrinogen pada missed abortion Penatalaksanaan Penatalaksanaan abortus imminens menurut varney adalah : 1. Trimester pertama dengan sedikit perdarahan, tanpa disertai kram : a. Tirah baring untuk meningkatkan aliran darah ke rahim dan mengurangi rangsangan mekanis, terutama bagi yang pernah abortus sampai perdarahan benar — benar berhenti b.

Istirahatkan panggul tidak berhubungan seksual, tidak melakukan irigasi atau memasukkan sesuatu ke dalam vagina c. Tidak melakukan aktifitas seksual yang menimbulkan orgasme 2. Pemeriksaan pada hari berikutnya di rumah sakit : a.

Evaluasi tanda — tanda vital b. Pemeriksaan selanjutnya dengan spekulum : merupakan skrining vaginitis dan servisistis : observasi pembukaan serviks, tonjolan kantong ketuban, bekuan darah, atau bagian — bagian janin c.

Pemeriksaan bimanual : ukuran uterus, dilatasi, nyeri tekan, effacement, serta kondisi ketuban 3. Jika pemeriksaan, negatif dapat dilakukan pemeriksaan ultrasonografi untuk menentukkan kelangsungan hidup janin, tanggal kelahiran, dan jika mungkin untuk menenangkan wanita 4.

Jika pemeriksaan fisik dan ultrasonografi negatif, tenangkan ibu, kaji ulang gejala bahaya dan pertahankan nilai normal 5. Konsultasikan ke dokter jika terjadi perdarahan hebat, kram meningkat, atau hasil pemeriksaan fisik dan ultrasonogrfi menunjukkan hasil abnormal Terapi yang diberikan menurut Masjoer adalah sedativa ringan seperti phenobarbital 3 x 30 mg dan menurut Manuaba diberikan terapi hormonal yaitu progesteron, misalnya premaston hingga perdarahan berhenti.

KILAR VOCALISE PDF

Abortus imminens

Pengertian Abortus dan contoh Askeb Abortus Imminens Pengertian Abortus Abortus adalah terhentinya kehamilan atau pengeluaran hasil konsepsi pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari gram, sebelum janin dapat hidup diluar kandungan. Abortus ada beberapa macam yaitu Abortus spontan, Abortus buatan, dan Terapeutik. Biasanya abortus spontan dikarenakan kurang baiknya kualitas sel telur dan sel sperma. Abortus buatan merupakan pengakhiran kehamilan dengan disengaja sebelum usia kehamilan minggu. Pengguguran kandungan buatan karena indikasi medik disebut abortus teraupiotik.

GEORG DEHN ABRAMELIN PDF

Tanda dan gejala Missed Abortion : Rahim tidak membesar, malahan mengecil karena absorbsi air ketuban dan maserasi janin Buah dada mengecil kembali 8. Sentuhan : merasakan suatu pembengkakan, mencatat suhu, derajat kelembaban dan tekstur kulit atau menentukan kekuatan kontraksi uterus. Suhu badan normal atau meningkat Tekanan : menentukan karakter nadi, mengevaluasi edema, memperhatikan posisi janin atau mencubit kulit untuk mengamati turgor. Menggunakan jari : ketuk lutut dan dada dan dengarkan bunyi yang menunjukkan ada tidaknya cairan , massa atau konsolidasi. Pemeriksaan kadar fibrinogen darah pada missed abortion Komplikasi Perdarahan, perforasi, syok dan infeksi Pada missed abortion dengan retensi lama hasil konsepsi dapat terjadi kelainan pembekuan darah Penatalaksanaan Penanganan abortus imminens meliputi : Istirahat baring.

CALCULO PURCELL VARBERG PDF

Laporan Pendahuluan Askep Abortus 1. Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari gram Mansjoer,Arif,dkk. Abortus adalah pengeluaran hasil konsepsi pada usia kehamilan kurang dari 28 minggu atau berat janin kurang dari 1. Faktor pertumbuhan hasil konsepsi. Kelainan yang terdapat dalam rahim Rahim merupakan tempat tumbuh kembangnya janin dijumpai keadaan abnormal dalam bentuk mioma uteri, uterus arkatus, uterus septus, retrofleksi uteri, serviks inkompeten, bekas operasi pada serviks konisasi, amputasi serviks , robekan serviks postpartum. Terlambat haid atau amenore kurang dari 20 minggu.

Related Articles